Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sitaro 2025-2030 - Chyntia Kalangit dan Heronimus Makainas
PEMKAB SITARO

Bupati Sitaro Kecam Keras Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UNIMA hingga Berujung Bunuh Diri

×

Bupati Sitaro Kecam Keras Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UNIMA hingga Berujung Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini

SITARO — Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kepulauan Sitaro atas meninggalnya seorang mahasiswi PGSD semester akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Sulawesi Utara, Universitas Negeri Manado (UNIMA), atas nama Evia Maria Mangolo (21).

Evia, yang diketahui merupakan warga Kepulauan Sitaro, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kos kosannya yang berlokasi di Kota Tomohon.

BUPATI KEPULAUAN SITARO
Banner Promosi Sitaro Masadada
CHYNTIA INGRID KALANGIT, S.KM

Peristiwa tragis ini diduga kuat berkaitan dengan tekanan psikologis berat yang dialaminya, menyusul perlakuan tidak pantas berupa dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum dosen berinisial DM.

Informasi yang beredar menyebutkan, Evia mengalami depresi mendalam akibat perlakuan tersebut.

Melalui surat laporan terakhir yang berisi curahan hati atas perlakuan DM terhadap dirinya diduga menjadi pemicu utama hingga korban nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan batin yang berkepanjangan.

Menanggapi peristiwa memilukan ini, Rabu, (31/12/2025) hari ini, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM, menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut.

Bupati Chyntia menegaskan bahwa tindakan pelecehan seksual, terlebih di lingkungan akademik, merupakan perbuatan yang sangat tidak dapat ditoleransi dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan serta dunia pendidikan.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya almarhumah Evia Maria Mangolo, yang merupakan warga Sitaro. Dugaan pelecehan seksual ini adalah persoalan serius dan tidak boleh dianggap sepele. Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, bukan justru tempat terjadinya kekerasan,” tegas Bupati.

Bupati juga secara tegas meminta pihak pimpinan Universitas Negeri Manado (UNIMA) untuk segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab, dengan menindaklanjuti kasus ini secara transparan, adil, dan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kami meminta pihak universitas untuk segera memproses kasus ini dengan serius. Jangan ada pembiaran, karena ini sudah menelan korban jiwa. Keadilan bagi almarhumah dan keluarganya harus ditegakkan,” tambahnya menutup.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menyatakan siap mengawal perkembangan kasus ini dan berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan tindak pidana tersebut demi keadilan dan kemanusiaan.

© 2026 Sitaro Masadada. All rights reserved.