Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sitaro 2025-2030 - Chyntia Kalangit dan Heronimus Makainas
SOSIAL BUDAYA

Warga Bumbiha Gelar Doa Bersama di Monumen Banjir Bandang 1986, Kenang Korban dan Kuatkan Pemulihan Pascabencana

×

Warga Bumbiha Gelar Doa Bersama di Monumen Banjir Bandang 1986, Kenang Korban dan Kuatkan Pemulihan Pascabencana

Sebarkan artikel ini

SITARO – Di tengah masa pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau pada 5 Januari 2026, sebuah pemandangan mengharukan terlihat di Kampung Bumbiha, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Kampung yang juga menjadi salah satu wilayah terdampak bencana ini justru dipenuhi semangat kebersamaan dan pengharapan.

BUPATI KEPULAUAN SITARO
Banner Promosi Sitaro Masadada
CHYNTIA INGRID KALANGIT, S.KM

Pada Selasa (13/01/2026), warga Kampung Bumbiha berbondong-bondong menghadiri ibadah doa bersama yang digelar di Monumen Peristiwa Bencana 13 Januari 1986, lokasi bersejarah yang menjadi saksi bisu banjir bandang serupa yang pernah melanda kampung tersebut dan menelan 21 korban jiwa kala itu.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ibadah doa bersama ini menjadi momentum refleksi, mengenang para korban, sekaligus memohon kekuatan dan perlindungan Tuhan bagi seluruh warga yang saat ini sedang berjuang bangkit dari duka dan trauma bencana.

Usai ibadah, suasana menjadi semakin haru ketika masyarakat secara bergiliran dan satu per satu menaruh bunga di monumen peringatan.

Dengan langkah perlahan dan wajah penuh doa, warga memberikan penghormatan terakhir bagi para korban, sebagai simbol cinta, ingatan, dan pengharapan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Doa bersama di kampung Bumbiha

Penjabat (Pj) Kapitalau Kampung Bumbiha, Sugeng Sjamsuri, mengungkapkan bahwa ibadah doa bersama ini diinisiasi langsung oleh Jemaat GMIST Bethesda Bumbiha, tanpa persiapan panjang.

“Ide untuk ibadah ini muncul secara tiba-tiba dari Jemaat GMIST Bethesda Bumbiha dan terkesan mendadak, sehingga tidak ada persiapan lebih. Namun tujuannya sangat mulia, yaitu untuk mengenang para korban dalam peristiwa bencana yang sangat memilukan,” ujar Sugeng.

Ibadah doa bersama tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Sitaro Heronimus Makainas, Camat Siau Barat, Danramil 1301-02/Siau, Pj Kapitalau Bumbiha, para tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kampung Bumbiha.

Wakil Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kekompakan serta iman masyarakat Bumbiha dalam menghadapi cobaan bencana.

“Ibadah doa bersama ini bukan hanya bentuk penghiburan bagi warga terdampak, tetapi juga menjadi sumber kekuatan bagi kita semua. Di tengah keterbatasan dan duka, masyarakat Bumbiha menunjukkan keteguhan iman dan kebersamaan yang luar biasa. Pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan,” ungkap Wakil Bupati.

Sementara itu, Danramil 1301-02/Siau, Kapten Infanteri Steven Teddy Joseph, menilai kegiatan doa bersama ini sebagai cerminan kekuatan sosial dan spiritual masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kebersamaan seperti ini sangat penting dalam masa pemulihan pascabencana. Doa, solidaritas, dan saling menguatkan adalah fondasi utama untuk bangkit kembali. Kami dari TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan keamanan dan membantu pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Kapten Steven.

Ibadah doa bersama di Monumen Banjir Bandang 1986 ini menjadi pengingat bahwa luka masa lalu dan duka hari ini dapat dijahit kembali dengan iman, kebersamaan, dan harapan, demi masa depan Kampung Bumbiha dan Pulau Siau yang lebih Masadada.

© 2026 Sitaro Masadada. All rights reserved.