SITARO – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) memastikan Gelar Adat Tulude tetap dilaksanakan, meski digelar secara sederhana.
Pelaksanaan Tulude tahun ini disatukan dengan perayaan syukur satu tahun kepemimpinan Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.K.M. dan Wakil Bupati Heronimus Makainas, S.E., M.M., yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.
Penyederhanaan pelaksanaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi daerah yang masih berada dalam suasana duka pascabencana alam yang melanda wilayah Sitaro pada awal tahun 2026.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sitaro menegaskan bahwa penyelenggaraan Tulude tetap menjaga nilai dan makna budaya sebagai warisan masyarakat Sitaro.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Drs. Denny Kondoj, M.Si, mengatakan Tulude bukan sekadar seremoni, tetapi momentum budaya dan spiritual masyarakat.
“Gelar Adat Tulude adalah wujud syukur kepada Tuhan sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Meski dilaksanakan secara sederhana, maknanya tetap sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyatuan Tulude dengan syukur satu tahun kepemimpinan juga menjadi momentum refleksi bersama serta penguatan semangat masyarakat pascabencana.
Pemerintah daerah berharap Gelar Adat Tulude tahun ini menjadi simbol kebersamaan, kekeluargaan dan harapan baru bagi masyarakat Sitaro untuk terus bangkit dan melanjutkan pembangunan daerah. semakin Masadada.

















