SITARO – Selain fokus pada pemulihan fisik pascabencana, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyalurkan bantuan santunan duka dan bantuan bagi korban luka-luka akibat banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Senin (001/2026), beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit, bersama Deputi BNPB dan Deputi Kemenko PMK, serta dihadiri unsur Forkopimda dan kepala OPD Kepulauan Sitaro.
Dalam rapat tersebut, BNPB menyalurkan bantuan dana tunai secara langsung dengan total nilai mencapai Rp 539.000.000.
Dana tersebut diperuntukkan bagi para korban bencana, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarga serta warga yang mengalami luka-luka.
Bupati Sitaro Chyntia Kalangit menjelaskan bahwa santunan duka bagi korban meninggal dunia diberikan sebesar Rp 15.000.000.
Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka menerima bantuan berkisar antara Rp 3.000.000 hingga Rp 5.000.000, disesuaikan dengan tingkat luka yang dialami.
“Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban di tengah suasana duka serta membantu proses pemulihan bagi warga yang mengalami luka akibat bencana,” ungkap Bupati.
Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memastikan para korban tidak dibiarkan berjuang sendiri.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk tetap tabah, saling menguatkan, serta bersama-sama bangkit membangun kembali Pulau Siau pascabencana banjir bandang yang menorehkan duka mendalam bagi Kepulauan Sitaro.

















