SITARO – Laga panas semifinal Piala Bupati Cup 2025 mempertemukan dua tim tangguh, Malunsemahe FC melawan Volcano Tampungan FC, berlangsung penuh tensi dan adu strategi.
Pertandingan yang digelar di sore tadi Minggu,(12/10/2025) menjadi tontonan menarik bagi ratusan pendukung kedua kesebelasan yang memadati lapangan Akesimbeka Ulu Siau.
Kick off babak pertama dimulai dengan tempo cepat. Kedua tim tampil agresif dan saling jual beli serangan sejak menit-menit awal.
Serangan demi serangan silih berganti, hingga pada menit ke-25, Stenwar Kabangung dengan nomor punggung 21 sukses memecah kebuntuan untuk Volcano Tampungan FC.
Ia berhasil memanfaatkan umpan matang dari rekannya dan menaklukkan kiper Malunsemahe FC dengan tenang. Skor berubah menjadi 1–0 untuk keunggulan Volcano.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Hanya dua menit berselang, Rivaldo Pangulimang bernomor punggung 77 membalas dengan sepakan tajam dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung penjaga gawang Volcano. Gol tersebut membuat kedudukan kembali imbang 1–1, dan skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Volcano Tampungan FC kembali tampil menekan. Baru tujuh menit laga berjalan, Agung dengan nomor punggung 15 memperlihatkan ketajamannya di kotak penalti lawan.
Lewat tendangan kerasnya, bola bersarang ke gawang Malunsemahe FC dan mengubah skor menjadi 2–1 untuk Volcano.
Unggul satu gol membuat permainan semakin terbuka. Kedua tim terus berupaya menciptakan peluang, namun justru Volcano yang kembali menambah keunggulan.
Pada menit ke-70, Stenwar Kabangung kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Ia berhasil lolos dari kawalan kapten Malunsemahe FC, Juan Larumunde, dan menuntaskan peluang dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 3–1.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 3–1 menegaskan kemenangan Volcano Tampungan FC sekaligus memastikan mereka melangkah ke babak final Piala Bupati Cup 2025.
Di partai puncak nanti, Volcano Tampungan FC akan menghadapi Manahagi FC, yang sebelumnya lebih dulu memastikan tiket final setelah menumbangkan Cobra Mala FC.
Atmosfer panas dan antusiasme penonton pada laga semifinal ini menjadi bukti bahwa sepak bola di Sitaro terus berkembang dan menjadi ajang kebanggaan masyarakat.(*)

















