SITARO — Pemerintah Desa (Kampung) Kiawang, Kecamatan Siau Barat Utara, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Tahun ini, desa tersebut mengalokasikan 20% Dana Desa untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, melalui pengembangan peternakan babi di kampung tersebut.
Program yang mulai berjalan pada bulan September ini memfokuskan pengelolaan ternak babi yang ditempatkan di tiga lindongan. Setiap lindongan mendapatkan tiga ekor babi betina, sementara satu ekor pejantan disiapkan untuk mendukung proses reproduksi. Total keseluruhan hewan ternak yang dikelola oleh Tim Pengelola Kegiatan berjumlah 10 ekor.
Untuk menunjang kualitas pemeliharaan, pemerintah desa juga menyiapkan sistem pengawasan yang terstruktur. Setiap kandang di tiga lindongan akan dijaga oleh satu orang pekerja yang telah ditentukan, sehingga proses perawatan, kebersihan, hingga pemantauan kesehatan ternak dapat berjalan optimal.
Dari sisi anggaran, Pemerintah Desa Kiawang mengalokasikan biaya sebesar Rp138,533 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan kandang, pengadaan pakan ternak, biaya listrik, toren air, vitamin, hingga pembelian bibit.

Kepala Desa (Kapitalau) Kiawang, Lolyta Linda Humapi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya serius pemerintah desa untuk memastikan kemandirian pangan di tingkat kampung.
“Kami berkomitmen penuh mendukung kebijakan nasional terkait ketahanan pangan. Peternakan babi ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Harapan kami, pengelolaannya berjalan baik dan hasilnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga Desa Kiawang.” Ucapnya
Meski demikian, Lolyta berharap kegiatan ini akan menjadi contoh penerapan Dana Desa yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan hewani, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi contoh penerapan Dana Desa yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah desa optimistis bahwa dengan pengelolaan yang baik dan dukungan warga, peternakan babi ini akan berkembang menjadi salah satu sektor unggulan Desa Kiawang,” kuncinya.

















